selain itu ada mitos atau legenda yang menyertai gunung itu adalah dimulai dari dongeng kerajaan di soppeng yang makmur alasannya dipimpin raja yang bijak dan arif. Dimana rasa ini memiliki seorang putri yang merupakan anak tunggal.
Putri ini pun tumbuh sampaumur dan di nikahkan secara adab oleh seorang pangeran yang berasal dari tanah suppa (Kerajaan Suppa), dimana pangeran ini merupakan sobat baik raja soppeng yang memiliki anak tersebut.
Berita mengenai ijab kabul putri kerajaan soppeng dan pangeran kerajaan suppa ini sudah terdengar ke seluruh penjuru, dan balasannya persiapan ijab kabul secara adatpun sudah disiapkan. Putri pun tidak baiklah dengan ijab kabul ini alasannya merasa belum mengenal calon suaminya. Maka dari itu putri memutuskan untuk kabur dari kerajaan.
Sang Raja Soppeng yang aib alasannya kelakuan putrinya memerintahkan seluruh pegawapemerintah kerjaan untuk mencari putrinya ke seluruh penjuru, dan balasannya ada pasukan kerjaan yang menemukan putri tersebut, namun sang putri ternyata tidak sendirian, beliau bersama seorang lelaki yang berjulukan Tandu Mataranna Enrekang Laki Barakkanna Puang.
Prajurit pun takut untuk menangkap puteri tersebut alasannya putri itu dilindungi oleh pria dengan tubuh besar itu, maka dari itu seluruh prajurit pulang kembali ke kerjaan dan melapor kepada raja mereka. Akhirnya sang raja memerintahkan penghulu untuk menengahi prajurit kerajaan dan lelaki tersebut.
Perundingan penghulu dan Tandu Mataranna Enrekang Laki Barakkanna Puang di lanjutkan dengan keputusan prajurit boleh membawa putri tersebut dengan catatan harus mengembalikannya dalam keadaan bernyawa, dan sang penghulu pun menyetujui syarat itu. Akan tetapi pada dikala keduanya sedang berunding ada prajurit yang menyimpan, diapun menebas tubuh sang putri dari belakang hingga menjadi dua bagian
Dimana Bagian perut hingga kepala hilang hanyut kesungai, dan konon katanya air sungai itu sekarang tidak melewati kabupaten soppeng, dan dari perut hingga kaki putri tersebut tetap berada di kawasan anggeraja, yang konon katanya tubuh itulah yang menjadi Gunung Buttu Kabobong (Gunung Nona) di dikala sekarang ini.
Itulah sepenggal sejarah ataupun legenda yang mengikuti kehadiran gunung buttu kabobong enrekang ini. Jika anda ingin pergi berwisata kegunung ini anda harus melaksanakan perjalanan ke kabupaten enrekang dimana kabupaten ini berjarak kurang lebih 253 dari Kota Makassar, anda mampu menempuhnya dengan menggunakan bus antar kota yang menghabiskan waktu kurang lebih 5 jam, setelah itu dari kota enrekang anda harus melaksanakan perjalanan kurang lebih 20 menit untuk hingga ke tempat view gunung ini, dimana ada tempat khusus yang disediakn untuk berfoto berlatar belakang gunung ini. Namun saran dari saya akan sangat baik bila anda melihat gunung ini dari dekat.
Demikian Ulasan mengenai Wisata Gunung Buttu Kabobong (Gunung Nona) Enrekang , agar memperlihatkan gosip berkhasiat untuk anda para wisatawan yang ingin berwisata ke gunung tanpa harus mendakinya, apalagi gunung ini meruapakan gunung yang memiliki keunikan tersendiri. Jangan lupa berikan komentar anda mengenai tempat wisata ini di kolom komentar yang ada dibawah ini.
Posting Komentar
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.